Current Issue

Vol 12 No 1 (2021): Didaktika Islamika

Pada edisi ini kami mengangkat tema tentang pendidikan dan Keislaman dalam berbagai pandangan yang dikupas secara mendalam dan kontekstual. Pada tulisan ini kami tampilkan hasil penelitian Prof. Dr. H. M. Amin Syukur MA., dan Dr. Rahmat Setiawan, M.S.I. yang berjudul: Etika Sufistik; Solusi Spiritual Masa Pandemi. Tulisan ini merupakan pengembangan hasil penelitian disertasi penulis kedua dengan dosen promotornya adalah penulis pertama. Hasil kajian pada disertasi tersebut kemudian diintegrasikan secara kontekstual di era pandemic Covid-19 ini. Etika sufistik menurut penulis dibutuhkan bagi masyarakat muslim sebagai solusi spiritual dalam menghadapi dan menjalani hidup dan kehidupan di era pandemic covid-19.

Pada tulisan kedua dipaparkan oleh Dr. H. Ahmad Tanthowi, M.Si., M.Pd.I, dengan judul: Tradisi Pesantren; Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai Di Jawa Sebuah Refleksi Atas Karya Zamakhsyari Dhofir. Tulisan ini merupakan bagian dari pembelajaran Metodologi Penelitian bagi para mahasiswa atau peneliti agar lebih memahami seluk beluk tentang penelitian kualitatif. Refleksi atas Tesis karya Zamakhsyari Dhofir di atas berikut penjelasan tentang desain penelitian kualitatif yang sengaja penulis sertakan di bagian bawahnya, dapat dijadikan wahana pengembangan kualitas riset bagi dosen dan mahasiswa untuk mendukung tugas pokoknya dalam Tri Dharma dan atau Catur Dharma Perguruan Tinggi, utamanya dalam penelitian dan pengabdian masyarakat yang divasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Selanjutnya tulisan ketiga, disampaikan oleh Abdul Malik dan Nur Chafidzin, berjudul: Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kontekstual Materi Kisah Nabi Ibrahim Mengenal Tuhan (Kajian terhadap tafsir al-Quran Surat al-An`am Ayat 75-79). Tulisan ini merupakan hasil penelitian individu mahasiswa IAIN Bukittinggi. Pada kajian ini, penulis memaparkan bahwa model pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi kisah Nabi Ibrahim mengenal Tuhan yang dirancang menggunakan model pembelajaran berbasis kontekstual mencakup enam komponen, meliputi: (1) Efektivitas model pembelajaran dari hasil penelitian yang dilakukan para pakar pendidikan; (2) Sinkronisasi dan Pengembangan substansi materi dengan model pembelajaran; (3) Pengembangan perangkat pembelajaran; (4) Menyusun perencanaan pembelajaran; (5) Merancang proses belajar mengajar; dan (6) Model evaluasi yang dikembangkan.

Keempat, redaksi menampilkan hasil penelitian Dr. Warsiyah, M.S,I berjudul Studi Islam dengan Pendekatan Antropologi. Tulisan ini merupakan hasil penelitian individual dari makalah kuliah program doktornya. Penulis pada hasil temuannya memaparkan bahwa kebudayaan dalam perspektif agama merupakan faktor yang esensial dan tidak bisa ditinggalkan. Motivasi diturunkannya agama adalah untuk kemaslahatan kehidupan manusia. Corak penghayatan dan pengalaman agama umat manusia sangat tergantung pada budaya yang melingkupinya. Sehinga sangat tipis membedakan keduanya. Persoalan selanjutnya manakah yang menjadi faktor penentu apakah budaya merupakan bagian dari agama, ataukah agama justeru merupakan bagian dari budaya. Secara faktual agama dan budaya dalam relaitasnya tidak bisa dibedakan secara ketat keduanya merupakan mata rantai yang saling memberikan pengaruh. Implikasinya corak agama secara geografis di Asia tentu mempunyai karakter berbeda dengan penghayatan dan pengalaman di Afrika, Australia, Eropa dan Amerika. Begitu juga aktualisasi penghayatan agama di kawasan bumi nusantara ini. Pengamalan agama di wilayah pesisir berbeda secara signifikan dengan wilayah pedalaman dan pegunungan. Demikianlah aktualisasi pengalaman dan penghayatan agama umat manusia sangat kental dengan realitas setting historis dan setting demografis yang mengitarinya.

Kelima, redaksi menampilkan tulisan Dr. Abu Dharin, M.Pd dan H. Ikhsan Intizam, Lc., M.Ag tentang Pendidikan Seks Anak Mumayiz dalam Perspektif Hukum Islam. Tulisan ini secara spesifik memaparkan bahwa pendidikan seks memungkinkan anak-anak meraih taraf kedewasaan yang layak menurut usianya. Pendidikan seks diperlukan untuk membangun fondasi kokoh sebuah perkawinan dan rumah tangga yang rukun dan bahagia. Anak sebelum sampai pada fase balig, yakni saat memperoleh taklif (pembebanan hukum syariat), membutuhkan persiapan dini berupa pendidikan seks yang akan menjadikannya mampu menghadapi perubahan-perubahan yang akan mengiringi perkembangan dirinya menuju dewasa. Memang benar masa kanak-kanak kosong dari kecenderungan seksual yang aktif. Karena itu, pendidikan Islam perlu menyiapkan himpunan hukum-hukum fikih untuk mengatur perilaku seksual, yang juga berupaya untuk mendidik anak-anak tentang seks sebagai bentuk persiapan untuk menghadapi fase selanjutnya.

Keenam, penelitian tindakan sekolah yang dilakukan saudara Afrizal, S.Pd, dengan judul Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Melalui Kegiatan In House Training Penggunaan Aplikasi Google Classroom Pada Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 13 Tebo Tahun 2021. Secara mendasar penelitian ini menjelaskan permasalahan yang dihadapi guru di SMA Negeri 13 Tebo Provinsi Jambi yaitu sulitnya mengadakan pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Keterbatasan pembelajaran tatap muka menyebabkan materi pembelajaran yang disampaikan tidak efektif atau tidak mudah dipahami peserta didik dan tingkat pemahaman pserta didik sangat rendah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan keefektifan belajar peserta didik. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah dengan meningkatkan kompetensi profesional guru pada penggunaan aplikasi google classroom. Kegiatan ini diwujudkan pada sebuah In House Training (IHT) penggunaan aplikasi google classroom. Kegiatan ini terlaksana selama dua hari dengan dua materi pelatihan, yaitu pelatihan penggunaan aplikasi google classroom. Penelitian ini dilaksanakan melalui tahapan 2 siklus, yang pelaksanaan tindakan setiap siklus yaitu, penerapan tindakan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi dan tindak lanjut. Subjek penelitian ialah semua guru mata pelajaran yang berjumlah 15 orang, sedangkan objek penelitian adalah upaya meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran daring melalui aplikasi google classroom. KemampuanĀ  yang dijadikan sebagai indikator ketercapaian ada 7 macam, yaitu kemampuan membuat akun, membuat kelas, membuat absensi, memasukkan materi pembelajaran, menyediakan diskusi, membuat quis dan membuat tugas. Siklus pertama yang dilakukan adalah supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah. Siklus kedua adalah pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi profesional guru. Setelah berakhirnya semua tahapan penelitian, didapat hasil sebagai berikut. Rata-rata peningkatan kompetensi profesional guru tersebut mulai dari siklus pertama 39 % (predikat kurang cakap) dan siklus kedua 81 % (predikat cakap). Hal ini menunjukkan bahwa pada masing-masing guru di SMA Negeri 13 Tebo Peovinsi Jambi terdapat peningkatan kompetensi profesional terutama pada indikator pembuatan akun, pembuatan kelas dan pembuatan absensi.

Ketujuh, Redaksi menampilkan penelitian kolaboratif Suprih Adi Wardoyo dan Achmad Kurniawan Pasmadi berjudul Model Pendidikan Karakter Keluarga Perspektif Amirullah Syarbini. Penelitian kolaboratif mahasiswa dan dosen ini berupaya memotret tentang konsep pemikiran Amirullah Syarbini tentang Pendidikan Karakter dalam Keluarga. Menurul penulis konsep dan model pendidikan berbasis karakter keluarga menurut Amirulloh Syarbini adalah melalui metode keteladanan, anak secara fitrah lebih suka belajar dengan meniru, teladan yang baik menjadi sangat penting dalam proses pendidikan karakter di keluarga; metode pembiasaan, pembiasaan tingkah laku yang baik pada anak sebaiknya dilakukan sejak kecil; metode bermain, dunia anak adalah dunia bermain dan pada dasarnya anak senang sekali belajar asal dilakukan dengan cara bermain yang menyenangkan; metode cerita, melalui cerita orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak; metode nasihat, agar nasihat dapat membekas dalam diri anak sebaiknya nasihat bersifat cerita, kisah atau perumpamaan dan orang tua memberikan contoh dahulu sebelum memberi nasihat; metode penghargaan dan hukuman, penghargaan harus didahulukan daripada hukuman, hukuman harus digunakan dengan sangat hati-hati dan bersifat adil.

Published: 2022-08-25
View All Issues